Pertanyaan tersebut sangat sering ditanyakan kepada saya baik di tempat praktik maupun saat bertugas di rumah sakit. Terus terang saya sering kebingungan bagaimana memberi jawaban dan tips yang benar-benar lengkap di saat saya tidak punya banyak waktu karena saya harus melayani begitu banyak pasien yang lain.

Masalah susah hamil ini bukanlah masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan gampang. Saya harus memberikan banyak tips secara lengkap agar semuanya jelas. Bila waktunya singkat seperti di tempat praktik atau rumah sakit, saya kesulitan memberikan penjelasan yang lengkap.

Dari kendala inilah timbul ide saya untuk menulis sebuah buku yang mengupas tuntas tentang masalah ketidaksuburan ini. Dengan merangkum semua informasi dan tips dalam satu buku, pasien-pasien saya bisa lebih mengerti apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan agar bisa segera hamil. Walaupun kesibukan saya cukup padat, saya mulai menyempatkan diri untuk menulis buku ini di awal tahun 2011.

Pada bulan Agustus 2011, buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini resmi diterbitkan oleh penerbitan online Digi Pustaka dan hingga saat ini sudah naik cetak sebanyak 10 kali. Sejak buku saya diterbitkan, saya telah menolong RIBUAN pasangan suami istri di seluruh Indonesia dan bahkan pasangan suami istri asal Indonesia yang bermukim di Australia, Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

Syukur alhamdulillah sudah banyak sekali Ibu yang berhasil hamil setelah membaca dan mengikuti semua petunjuk dari buku saya. Beberapa ibu bahkan berkenan untuk berbagi kisah sukses hamilnya di sini. Saya sangat bersyukur atas keberhasilan mereka dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya.

cara cepat hamil

Cara Cepat Hamil

Minggu, 12 Januari 2014

Jokowi: Saya Baru Setahun, yang Sudah 20 Tahun Buat Apa?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjalan kaki menuju Pintu Air Karet, Petamburan, Jakarta Pusat. Minggu (12/1/2014).

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengingatkan bahwa kerjanya memimpin Ibu Kota masih terbilang baru lebih dari setahun. Sehingga, jika disebut belum maksimal, memang belum maksimal karena pekerjaan masih terus berjalan.

"(Jadi Gubernur) Baru setahun, yang 20 tahun yang 30 tahun sudah apa?" ujar Jokowi di Pintu Air Karet, Jakarta Pusat, Minggu (12/1/2014).

Menurut Jokowi, soal kemacetan dan banjir, sudah ada perkembangan yang bisa dilakukan untuk menguranginya. Untuk persoalan banjir, sudah ditanganinya dengan melakukan pengamatan pada lokasi genangan air di jalan-jalan di Ibu Kota. Untuk perbaikan tanggul juga sedang dikerjakan Pemprov DKI Jakarta seperti di Waduk Pluit dan juga Waduk Ria Rio, Waduk Ciracas, dan Waduk Tomang, Jakarta Barat.

"Perbaiki tanggul, kan sudah kita keruk semuanya. Dulu yang tergenang mana, yang tidak mana," ucap Jokowi.

Sebelumnya, hasil survei dari Lembaga Suvei Media Survei Nasional (Median) menyatakan, kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih belum maksimal dalam menangani beberapa persoalan Ibu Kota. Beberapa di antaranya seperti masalah kemacetan dan banjir yang dianggap belum berjalan maksimal.

Adapun hasil survei lain dari Pusat Data Bersatu terhadap 12 hal yang ditangani Jokowi-Basuki pada November 2013 lalu, warga tidak puas mengenai persoalan pembenahan angkutan umum. Sebanyak 50,8 persen responden tidak puas dan 43,1 persen menyatakan puas.

Sementara itu, respons paling memuaskan pada pasangan pemimpin Ibu Kota itu yakni untuk penanganan pedagang kaki lima. Sebanyak 77,7 persen pernyataan puas dan 18,5 persen responden tidak puas.

Sumber: kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar