Pertanyaan tersebut sangat sering ditanyakan kepada saya baik di tempat praktik maupun saat bertugas di rumah sakit. Terus terang saya sering kebingungan bagaimana memberi jawaban dan tips yang benar-benar lengkap di saat saya tidak punya banyak waktu karena saya harus melayani begitu banyak pasien yang lain.

Masalah susah hamil ini bukanlah masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan gampang. Saya harus memberikan banyak tips secara lengkap agar semuanya jelas. Bila waktunya singkat seperti di tempat praktik atau rumah sakit, saya kesulitan memberikan penjelasan yang lengkap.

Dari kendala inilah timbul ide saya untuk menulis sebuah buku yang mengupas tuntas tentang masalah ketidaksuburan ini. Dengan merangkum semua informasi dan tips dalam satu buku, pasien-pasien saya bisa lebih mengerti apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan agar bisa segera hamil. Walaupun kesibukan saya cukup padat, saya mulai menyempatkan diri untuk menulis buku ini di awal tahun 2011.

Pada bulan Agustus 2011, buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini resmi diterbitkan oleh penerbitan online Digi Pustaka dan hingga saat ini sudah naik cetak sebanyak 10 kali. Sejak buku saya diterbitkan, saya telah menolong RIBUAN pasangan suami istri di seluruh Indonesia dan bahkan pasangan suami istri asal Indonesia yang bermukim di Australia, Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

Syukur alhamdulillah sudah banyak sekali Ibu yang berhasil hamil setelah membaca dan mengikuti semua petunjuk dari buku saya. Beberapa ibu bahkan berkenan untuk berbagi kisah sukses hamilnya di sini. Saya sangat bersyukur atas keberhasilan mereka dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya.

cara cepat hamil

Cara Cepat Hamil

Rabu, 12 Februari 2014

Makanan Fermentasi, Cegah Diabetes dan Baik untuk Imunitas

Makanan Fermentasi, Cegah Diabetes dan Baik untuk Imunitas
Keju

Makanan yang difermentasi awalnya tak dipandang sebagai asupan bermanfaat bagi kesehatan. Namun pangan, yang diolah dengan cara didiamkan selama beberapa hari atau minggu sebelum dikonsumsi ini, ternyata menjadi sumber kesehatan baru.   

Di Amerika, saat ini sayuran yang difermentasi dan minuman kombucha tengah menjadi tren makanan sehat. Kombucha adalah minuman teh berbusa hasil fermentasi yang sudah dikenal lama di China.

Tren ini juga didukung oleh manfaatnya berdasarkan hasil riset. Minggu lalu peneliti dari Cambridge University melaporkan, rutin konsumsi produk susu rendah lemak hasil fermentasi, seperti yoghurt, fromage frais, dan cottage cheese, dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 sebesar 25 persen selama kurun waktu lebih dari 11 tahun.

Fromage frais adalah keju segar yang lembut terbuat dari susu dan beberapa menggunakan unpasteurized cream. Meski lunak, rasa fromage frais sangat tajam. Sedangkan blue cheese adalah adalah keju berwarna biru akibat pertumbuhan bakteri dan jamur di dalamnya. Blue cheese dibuat dari susu domba dan difermentasi bakteri Penicilium roqueforti.

Dalam proses fermentasi, mikroba mengonsumsi makanan terlebih dulu daripada manusia. Bakteri kemudian mengurai gula, pati, dan menyebabkan nutrisi lebih mudah diserap tubuh. Adanya proses ini bisa dilihat dari banyaknya ragi yang ditemukan pada makanan fermentasi.

Beberapa bakteri fermentasi melepaskan asam laktat dan pengawet alami, yang menyebabkan lingkungan pencernaan menjadi asam. Kondisi asam ini memicu pertumbuhan bakteri baik. Selain itu makanan fermentasi juga menjadi suplemen probiotik alami yang bekerja efektif di tubuh.

Peran bakteri dalam saluran pencernaan mendapat banyak perhatian. Peran ini menyebabkan konsumsi fermentasi yang kaya bakteri baik menjadi sangat dikenal dunia.

“Sekitar 70-80 persen faktor penentu daya tahan tubuh ada dalam pencernaan. Makanan fermentasi merangsang pertumbuhan bakteri yang menentukan imunitas tubuh. Sehingga makanan fermentasi sangat bermanfaat bagi yang mengalami batuk dan merasa kedinginan. Makana kaya probiotik ini juga mengontrol gejala seperti gangguan usus besar dan kembung,” kata Alison Clark dari British Dietetic Association.

Hal senada dikatakan penulis tentang pangan, Michael Pollan, yang mendukung makanan fermentasi. Pollan mengatakan, jumlah bakteri dalam tubuh manusia lebih banyak dibanding sel.

“Banyak ahli kesehatan menganggap bakteri adalah musuh. Padahal 99,9 tidak merugikan dan menguntungkan manusia,” kata Pollan.

Pollan dan Clark merekomendasikan variasi makanan fermentasi lainnya seperti zaitun, daging, dan keju. Makanan tersebut dapat merangsang imunitas, melawan alergi, dan membantu menurunkan berat badan karena membantu perut terus merasa kenyang.

Namun dari asupan tersebut sebaiknya dipilih yang mengandung banyak bakteri lactobacillus. Lactobacillus melepaskan asam laktat pada proses fermentasi, yang memberi banyak manfaat pada tubuh.

Riset yang dipublikasikan dalam Critical Reviews in Microbiology pada 2011 mengatakan, asam laktat bisa meningkatkan sistem imun, mencegah diare, maag, dan mengurangi alergi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar