Pertanyaan tersebut sangat sering ditanyakan kepada saya baik di tempat praktik maupun saat bertugas di rumah sakit. Terus terang saya sering kebingungan bagaimana memberi jawaban dan tips yang benar-benar lengkap di saat saya tidak punya banyak waktu karena saya harus melayani begitu banyak pasien yang lain.

Masalah susah hamil ini bukanlah masalah kecil yang bisa diselesaikan dengan gampang. Saya harus memberikan banyak tips secara lengkap agar semuanya jelas. Bila waktunya singkat seperti di tempat praktik atau rumah sakit, saya kesulitan memberikan penjelasan yang lengkap.

Dari kendala inilah timbul ide saya untuk menulis sebuah buku yang mengupas tuntas tentang masalah ketidaksuburan ini. Dengan merangkum semua informasi dan tips dalam satu buku, pasien-pasien saya bisa lebih mengerti apa-apa saja yang sebaiknya dilakukan agar bisa segera hamil. Walaupun kesibukan saya cukup padat, saya mulai menyempatkan diri untuk menulis buku ini di awal tahun 2011.

Pada bulan Agustus 2011, buku Panduan Lengkap Cara Cepat Hamil ini resmi diterbitkan oleh penerbitan online Digi Pustaka dan hingga saat ini sudah naik cetak sebanyak 10 kali. Sejak buku saya diterbitkan, saya telah menolong RIBUAN pasangan suami istri di seluruh Indonesia dan bahkan pasangan suami istri asal Indonesia yang bermukim di Australia, Malaysia, Singapura dan Hong Kong.

Syukur alhamdulillah sudah banyak sekali Ibu yang berhasil hamil setelah membaca dan mengikuti semua petunjuk dari buku saya. Beberapa ibu bahkan berkenan untuk berbagi kisah sukses hamilnya di sini. Saya sangat bersyukur atas keberhasilan mereka dan berterima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya.

cara cepat hamil

Cara Cepat Hamil

Sabtu, 31 Agustus 2013

Aktif dalam Kegiatan Sosial Bikin Panjang Umur

Anak-anak pasien kanker berkumpul di ruang belajar di Rumah Kita.

Hidup terasa lebih bermakna jika kita bisa membantu orang-orang yang kurang beruntung. Menjadi relawan dalam berbagai kegiatan sosial juga diketahui bisa membuat kita lebih panjang umur.

Ada banyak kegiatan sosial yang bisa kita lakukan, misalnya saja membacakan buku bagi orang tuna netra, menemani aktivitas anak-anak penderita kanker di rumah sakit, mengajar anak jalanan, dan masih banyak lagi.

Sebuah analisa terhadap efek kesehatan dari kegiatan sosial tersebut menyebutkan, para relawan sosial memiliki angka kematian lebih rendah 22 persen dibandingkan dengan orang yang tidak terlibat dalam kegiatan sosial.

Analisa yang dilakukan terhadap 40 studi tersebut juga mengungkapkan bahwa para relawan pada umumnya memiliki risiko depresi lebih rendah. Mereka juga lebih puas terhadap hidupnya. Melakukan hal-hal baik tampaknya membuat para relawan merasa hidupnya baik.

Meski begitu, manfaat positif dari kegiatan sosial tadi ternyata baru dirasakan setelah kita melakukannya secara rutin. Jadi jika Anda hanya baru satu atau dua kali terlibat dalam kegiatan sosial, mungkin efeknya bagi kepuasan batin belum begitu terasa.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr.Suzanne Richards dari University of Exeter Medical School di Inggris itu, ia meneliti para relawan yang secara teratur meluangkan waktunya untuk kegiatan sosial.

Richards menjelaskan, aktif dalam kegiatan sosial akan meningkatkan frekuensi kontak dengan orang lain, mengurangi rasa kesepian, serta membuat kita merasa dibutuhkan sehingga hidup terasa bermakna.

Namun sebaliknya, orang-orang yang egois ternyata juga berdampak positif. Sebelumnya sebuah studi menyebutkan orang yang mengorbankan waktunya untuk merawat anggota keluarganya ternyata kurang sehat baik secara emosional dan fisik.

"Mungkin ada batas halus antara menjadi relawan yang bisa mendatangkan manfaat positif bagi kepuasan hidup dengan meluangkan waktu terlalu banyak sehingga menjadi sebuah komitmen," kata peneliti.

Tim peneliti mencatat, jika kegiatan merawat orang lain menjadi ganjalan karena dilakukan secara terpaksa, lama kelamaan akan menimbulkan stres.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar